Akhirnya setelah 8 tahun bekerja di slb, now i am...let say ... "jobless" alias pengangguran.Ini adalah perjalanan yang harus saya tempuh untuk menuju goal yang lebih besar lagi yaitu baby program.
Pada awalnya tahun lalu saya mengajukan resign dikarenakan begitu padatnya kegiatan dan rasa capek berkendara di jakarta membuat kami berpikir bahwa salah satu hal yang menghambat saya belum punya anak adalah stress. Hingga akhirnya awal tahun ini oil price turun drastis yang menyebabkan pemecatan karyawan di bidang ini.
Hingga akhirnya manager menawarkan paket terminate daripada resign yang pesangonnya tidak seberapa.
Setelah cuti dan berpikir masak2 akhirnya saya memutuskan menerima nya.
Pada awalnya saya pikir biasa saja, namun ketika menghadapi nya langsung ada rasa sedih karena ingat awal2 perjuangan saya sebelum lulus mengikuti tes ini.
But at the end "cest la vie". I have to move on since my priority is different now.
Delapan tahun bukan waktu yang singkat, namun semua pengalaman saya tersebut membentuk saya yang sekarang ini.
At the end, thanks a lot slb for the oportunity and all the experiences. I am not saying goodbye.
Let's say, see you again! perhaps my life will cross with you again, who knows?
semangat kakak! xoxo
ReplyDelete