Hmm...ini kali ke sekian kami berdua mengunjungi cirebon, namun biasanya hanya lewat ketika mudik dan dari dulu tidak pernah sempat mencoba nasi jamblang sampai suatu hari saya ditugaskan (eks) kantor untuk meeting di cirebon. Namun saat itu benar2 nasi jamblang yang saya beli kurang memuaskan dan cenderung biasa saja, sedikit mahal malah.
Akhirnya ketika kami otw balik ke jakarta dan sekarang saatnya benar2 harus mampir cirebon dan mencoba nasi jamblang, saya googling dan nasi jamblang Ibu Nur sepertinya terkenal.
Terletak di jalan cangkring II, sebenarnya mudah kok mencarinya (ada di belakang grage mall sepertinya) jikalau kurang yakin pakai google map saja jauh lebih mudah.
Kebetulan pas sampai cirebon pas jam makan siang, namun kami sedang beruntung karena pas agak sepi. Telat lima menit saja pasti sudah kena antrian yang hmmm...lumayan.
Oke saya coba beberapa menu dengan 3 bungkus nasi jamblang (kurleb satu piring nasi), paru goreng, sate usus, beberapa kuah yang sengaja saya masukkan namun lupa daaan kesukaan saya pare (disini agak istimewa ya, parenya di isi dengan kedelai dibumbuin, sepertinya kok tauco, dan enaaak). Sedangkan suami saya memesan 4 lauk sekaligus, cumi masak tinta, sate kerang, otak goreng, udang bumbu pedas.
Semua masakannya enak banget, bumbunya berasa...dan total kami hanya mengeluarkan 57ribu saja berdua (kami minum teh tawar hangat yang sepertinya gratis)
Tempat duduknya seperti di warung2 tegal, dengan bangku pendeknya, jadi terkadang kita makan sembari mengangkat piring, namun itu mungkin yang membuat nikmat.
Ini keramaian lima menit setelah saya datang, antriannya mengular seperti antri sembako, haha...sungguh kami beruntung.
Mungkin minusnya di parkiran yang super sempit untuk ukuran rumah makan se crowded ini.
Overall, kami akan kembali setiap kali lewat cirebon.
Tuesday, April 14, 2015
Wednesday, March 11, 2015
Goodbye Slb
Akhirnya setelah 8 tahun bekerja di slb, now i am...let say ... "jobless" alias pengangguran.Ini adalah perjalanan yang harus saya tempuh untuk menuju goal yang lebih besar lagi yaitu baby program.
Pada awalnya tahun lalu saya mengajukan resign dikarenakan begitu padatnya kegiatan dan rasa capek berkendara di jakarta membuat kami berpikir bahwa salah satu hal yang menghambat saya belum punya anak adalah stress. Hingga akhirnya awal tahun ini oil price turun drastis yang menyebabkan pemecatan karyawan di bidang ini.
Hingga akhirnya manager menawarkan paket terminate daripada resign yang pesangonnya tidak seberapa.
Setelah cuti dan berpikir masak2 akhirnya saya memutuskan menerima nya.
Pada awalnya saya pikir biasa saja, namun ketika menghadapi nya langsung ada rasa sedih karena ingat awal2 perjuangan saya sebelum lulus mengikuti tes ini.
But at the end "cest la vie". I have to move on since my priority is different now.
Delapan tahun bukan waktu yang singkat, namun semua pengalaman saya tersebut membentuk saya yang sekarang ini.
At the end, thanks a lot slb for the oportunity and all the experiences. I am not saying goodbye.
Let's say, see you again! perhaps my life will cross with you again, who knows?
Thursday, February 5, 2015
Pindang Daging
Sepertinya saya belum pernah share resep pindang daging khas Ponorogo.
Masakan super gampang, tapi memang butuh waktu terutama mengempukkan daging dengan presto sekitar 30 menit.
Bahan2 haluskan :
1. Bawang Merah 5 siung
2. Bawang Putih 3 siung
3. Kemiri 2 biji
4. Ketumbar 1 sdt
5. Keluwek sekitar 6 biji ambil dagingnya
6. Garam dan Gula secukupnya (sesuai selera)
Bahan2 lain :
1. 1 kg daging sandung lamur, potong2 dan rebus/presto sampai empuk
2. Santan (saya pakai kara) sekitar 1 buah yg kecil
3. Lengkuas dan Daun salam secukupnya
Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam sampai harum.
2. Tambahkan air masukkan daging
3. Tambahkan garam gula sesuai selera (saya suka agak manis)
4. Terakhir kecilkan api dan masukkan santan (kurang lebih 10-15 menit)
Masakan super gampang, tapi memang butuh waktu terutama mengempukkan daging dengan presto sekitar 30 menit.
Bahan2 haluskan :
1. Bawang Merah 5 siung
2. Bawang Putih 3 siung
3. Kemiri 2 biji
4. Ketumbar 1 sdt
5. Keluwek sekitar 6 biji ambil dagingnya
6. Garam dan Gula secukupnya (sesuai selera)
Bahan2 lain :
1. 1 kg daging sandung lamur, potong2 dan rebus/presto sampai empuk
2. Santan (saya pakai kara) sekitar 1 buah yg kecil
3. Lengkuas dan Daun salam secukupnya
Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam sampai harum.
2. Tambahkan air masukkan daging
3. Tambahkan garam gula sesuai selera (saya suka agak manis)
4. Terakhir kecilkan api dan masukkan santan (kurang lebih 10-15 menit)
Subscribe to:
Posts (Atom)
