Beberapa bulan yang lalu saya membaca lengkap ke 8 buku Julia Quinn mengenai keluarga Bridgerton, buku ber genre historical romance ini lebih rumit dibandingkan dengan buku sekelas harlequin. Apalagi cara bercerita penulis di tiap bukunya sangat cerdas dan penuh humor, sehingga ke 8 buku nya tuntas saya selesaikan dalam waktu singkat.
Keluarga Bridgerton terdiri dari Lady Violet Bridgerton yang memiliki anak sebanyak 8 orang dan semuanya dinamai sesuai urutan alphabet.
Tiap2 anak ini memiliki kisah cinta sendiri di tiap buku yang ditulis.
Ada Anthony, Benedict, Colin, Daphne, Eloise, Francessca, Gregory dan yang terakhir adalah Hyacinth.
Ke delapan bersaudara ini memiliki sifat yang hampir mirip satu sama lain, sama2 keras kepala, usil dan blak blakan, yang mungkin untuk ukuran budaya Inggris pada jaman tersebut bisa dikatakan kurang ajar, namun sebenarnya itu karena mereka digambarkan sebagai sosok yang cerdas pada jamannya.
Dari ke 8 kisah bahagia setelah ending yang bahagia, saya paling menyukai kisah lanjutan anthony, Daphne dan Francessca, serta tentu saja kisah pilu Lady Violet yang kehilangan suaminya di usia muda. Sisanya, jikalau tidak di ceritakan juga saya tidak akan terlalu memikirkan apa yang akan terjadi dengan mereka.
Well, overall, buku ini adalah pelengkap jikalau boleh dikatakan begitu.
Bagi penggemar novel Julia Quinn (seperti saya tentunya), membaca buku ini bagaikan menemukan mesin waktu dan melihat sekali lagi keluarga eksentrik ini melontarkan obrolan2 cerdas penuh humor dan kedekatan antar saudara (seperti melihat perang mulut diantara saudara).
(Gambar diambil dari http://novelreaction.com/2013/04/the-bridgertons-happily-ever-after-by-julia-quinn-review/ )
No comments:
Post a Comment