Ini adalah film horor Indonesia kedua yang saya tonton setelah lamaaa sekali, seingat saya ya Bangsal 13 (yang menurut saya bagus), telat memang tapi tdk apa2.
Sebenarnya saya baru mulai nonton setelah 1/3 film berjalan, karena memang saya paling takut, tetapi ini ternyata bukan horor hantu2 an, jadi oke let's watch this.
Film ini mengenai sebuah keluarga misterius yang tinggal di kawasan puncak dan terpencil, dimana disana tinggal Madame Rita, Januar (cucu madame) dan juga seorang penjaga rumah.
Seorang guru privat diundang untuk mengajar januar yang katanya adalah anak berkebutuhan khusus, nyatanya januar sangat cerdas.
Madame Rita menunjukkan keanehan2 dengan mengunci januar di dalam kamar setiap dia keluar rumah. Beberapa kali guru privat yg namanya julie ini menemukan beberapa keanehan dari mulai kematian orang tua januar dan hilangnya guru privat januar sebelumnya. Dari awal semua kejahatan sepertinya mengarah ke tokoh madame Rita.
Menonton film ini sebenarnya bisa di tebak endingnya, twist di akhir cerita bisa ditebak karena mimik Januar di pertengahan cerita bisa dilihat siapa dia sebenarnya.
Yang membuat penasaran kenapa saya tonton sampai akhir adalah, ada apa dengan madame Rita? Who is she? Why she protect this child? walau sebenarnya simple sekali kesimpulannya, namun mau tidak mau dengan jalan cerita yang runtut dan bagus, membuat saya penasaran.
Film ini recommend, karena salah satu film thriller yang bagus menurut saya terutama acting madame Rita yang diperankan aktris kawak Bella Esperance.
Seandainya, oh seandainya bukan Cathy Saron, namun Julie Estelle, mungkin karakter Julie akan lebih bagus karena acting Cathy Saron menurut saya pas2 an.
Bagaimana dengan tokoh Januar? jikalau dibandingkan film "Joshua", masih kalah jauh.
Beberapa kali saya lihat Januar masih belum natural memerankan anak berkepribadian ganda, namun beberapa kali saya lihat sangat bagus(dan akhirnya dari sana bisa saya simpulkan endingnya dari 1/2 awal cerita), dan tokoh penunjang lain yg bagus menurut saya adalah tokoh penjaga rumahnya yg meskipun dialognya sedikit namun cara dia berakting dengan bermain ekspresi sungguh bagus.
Paling tidak, meskipun jalan ceritanya mudah ditebak, namun film ini sangat pantas di apresiasi sebagai film thriller Indonesia, dimana sekarang digempur oleh film2 horor seks yang tidak bermutu (again, in my humble opinion).
Monday, February 24, 2014
Wednesday, February 12, 2014
My dream kitchen
I dont like fancy kitchen where actually you never use it, just give me stove and oven, I am ready to rock it.
What's yours?
Friday, February 7, 2014
My morning stuffs
I admit, I couldnt be more confidence without this stuffs every morning. Those package on my makeup bag...believe me, 2 of them work like a charm to boost your mood by making your face colourfull not pale looking. Well, first is blush on, second is off course lipstic.
Must have make up for me :
1. Moisturizer (ponds only, nothing else)
2. Maybeline compact powder travel size
3. Blush on (The body Shop-Leona Lewis edition)
4. Lipstic (Revlon - Flesh) the one and only, since I have sensitive lips.
5. The body shop body butter. So far I am satisfy with superdry body butter from body shop.
I dont need super fancy make up, my most expensive make up comes from The Body Shop, I like their make up because those are organic, colours are great and long lasting on my face.
Must have make up for me :
1. Moisturizer (ponds only, nothing else)
2. Maybeline compact powder travel size
3. Blush on (The body Shop-Leona Lewis edition)
4. Lipstic (Revlon - Flesh) the one and only, since I have sensitive lips.
5. The body shop body butter. So far I am satisfy with superdry body butter from body shop.
I dont need super fancy make up, my most expensive make up comes from The Body Shop, I like their make up because those are organic, colours are great and long lasting on my face.
Sugar Scone
Setelah vakum beberapa minggu dan hanya memanggang roti tawar saja, akhirnya semalam baca2 buku resep, sembari ngelongok isi kulkas.
Dari dulu saya suka dengan biscuit, scone, dan sejenisnya, tapi hanya biscuit yang pernah saya coba buat, dan rasa2nya masih ada yg kurang karena pembandingnya belum pernah coba. Gak pernah nemu di cafe2 jakarta.
Well, resep ini sebenarnya menggunakan butter, karena adanya margarin maka kucoba-coba saja, dan akhirnya ternyata lezat sekali (menurut saya resep ini lebih cihui daripada beli scone di delico)
Oke berikut ini resepnya :
Bahan :
1. 3 cups all purpose flour
2. 1/4 cup gula
3. 4 tsp baking powder
4. 1/4 tsp lemon zest
5. 1/8 tsp ground nutmeg
6. 200 gr margarin (di resep butter 3/4 cup, sekitar 200 gram juga, kalau pakai butter tambahkan 1 tsp garam)
7. 1 butir telur + 1 kuning telur
8. 1 cup susu segar dingin.
Cara membuat :
1. Potong dadu margarin, kemudian simpan dalam lemari es supaya mengeras.
2. Campur bahan nomer 1-5 aduk rata dengan spatula.
3. Di wadah terpisah kocok telur kemudian masukkan susu (simpan dalam lemari es supaya tetap dingin ).
4. Campur bahan kering dengan margarin menggunakan garpu, pastry cutter, atau bisa menggunakan tangan. Usahakan banyak potongan margarin yg masih besar.
5. Masukkan campuran susu, kemudian aduk dengan spatula. Adonan akan sedikit lengket tp tidak apa2.
6. Balur telenan besar (atau work surface apa saja) dengan tepung, kemudian lipat 2 kali adonan sembari sesekali taburi tepung. Buat segi empat atau persegi panjang dengan ketebalan 2-3 cm.
7. Potong sekitar 5x5 cm.
8. Siapkan loyang, dan beri jarak tiap scone 1.5 cm, olesi dengan susu cair (tdk juga tdk apa2), panggang dalam over bersuhu 200degC selama 15 menit menggunakan api atas dan bawah.
Bisa ditambahkan kismis (seperti dalam resep aslinya).
(Resep diambil dari "Anna Olson, back to baking" dengan beberapa modifikasi)
Dari dulu saya suka dengan biscuit, scone, dan sejenisnya, tapi hanya biscuit yang pernah saya coba buat, dan rasa2nya masih ada yg kurang karena pembandingnya belum pernah coba. Gak pernah nemu di cafe2 jakarta.
Well, resep ini sebenarnya menggunakan butter, karena adanya margarin maka kucoba-coba saja, dan akhirnya ternyata lezat sekali (menurut saya resep ini lebih cihui daripada beli scone di delico)
Oke berikut ini resepnya :
Bahan :
1. 3 cups all purpose flour
2. 1/4 cup gula
3. 4 tsp baking powder
4. 1/4 tsp lemon zest
5. 1/8 tsp ground nutmeg
6. 200 gr margarin (di resep butter 3/4 cup, sekitar 200 gram juga, kalau pakai butter tambahkan 1 tsp garam)
7. 1 butir telur + 1 kuning telur
8. 1 cup susu segar dingin.
Cara membuat :
1. Potong dadu margarin, kemudian simpan dalam lemari es supaya mengeras.
2. Campur bahan nomer 1-5 aduk rata dengan spatula.
3. Di wadah terpisah kocok telur kemudian masukkan susu (simpan dalam lemari es supaya tetap dingin ).
4. Campur bahan kering dengan margarin menggunakan garpu, pastry cutter, atau bisa menggunakan tangan. Usahakan banyak potongan margarin yg masih besar.
5. Masukkan campuran susu, kemudian aduk dengan spatula. Adonan akan sedikit lengket tp tidak apa2.
6. Balur telenan besar (atau work surface apa saja) dengan tepung, kemudian lipat 2 kali adonan sembari sesekali taburi tepung. Buat segi empat atau persegi panjang dengan ketebalan 2-3 cm.
7. Potong sekitar 5x5 cm.
8. Siapkan loyang, dan beri jarak tiap scone 1.5 cm, olesi dengan susu cair (tdk juga tdk apa2), panggang dalam over bersuhu 200degC selama 15 menit menggunakan api atas dan bawah.
Bisa ditambahkan kismis (seperti dalam resep aslinya).
(Resep diambil dari "Anna Olson, back to baking" dengan beberapa modifikasi)
Subscribe to:
Posts (Atom)


