Tanggal 19 Agustus 2013 kemarin jam 4 pagi, ibu mertua meninggal dunia setelah sempat kritis berkali-kali selama 2 bulan belakangan ini.
Ibu sudah menderita kanker paru-paru stadium 4 lebih dari 1 th yang lalu, diagnosa keluar bulan mei 2012 dan langsung stadium 4. Belakangan baru kita ketahui gejalanya adalah ketika ibu batuk tidak berhenti selama setahun sebelumnya. Kita tidak melakukan terapi radiasi karena akan memperburuk kondisi ibu dan karena usia ibu sudah lanjut.
Dokter menyatakan bahwa ibu adalah pasiennya yang paling bertahan lama untuk kasus kanker stadium 4, padahal beliau sudah 76 th.
Hal ini dikarenakan ibu sampai meninggal tidak mengetahui penyakitnya, sehingga secara mental ibu tidak down.
Selama beliau naik turun kesehatannya dan sempat beberapa kali dirawat di rumah sakit, yang paling berkesan di hati adalah ketika dalam kesakitannya, ibu selalu berdoa dan berdoa untuk anak2 dan cucu2nya. Tidak mengeluh sakit meskipun kami tau sakitnya seperti apa dari wajah ibu yang pucat.
Ibu adalah sosok wanita luar biasa. Ibu rumah tangga dengan 9 putra putri dan kesemuanya sukses. Meskipun hidup sangat sederhana, dimana bapak adalah buruh tani, namun hampir semua anaknya lulus kuliah. Hanya 2 putrinya yang tidak karena kondisi ekonomi, namun karena keuletannya, secara ekonomi paling maju diantara saudara2 nya, salut.
Peran ibu dalam keluarga suami sangatlah besar, beliau tidak pernah tidak memasak di pagi hari, dan menyiapkan segala kebutuhan bapak setiap saat dan itu beliau lakukan terus menerus tanpa mengeluh.
Bahkan...ketika sakit yang difikirkan ibu adalah bagaimana keadaan rumah. Apakah bapak sudah makan, dll. Begitu dalam cintanya dengan keluarga.
Selamat jalan bu.....6 tahun pernikahanku...mengenal sosok ibu yang ideal dunia akhirat, akan selalu menjadi inspirasi saya kedepannya dalam menjalankan peran sebagi ibu dan istri untuk keluarga kecil kami.
Terima kasih.
In memoriam Ny. Sudini Purwo Sumarto, ibu, nenek, buyut tercinta.
No comments:
Post a Comment