Akhir-akhir ini saya berpikir, bagaimana menerapkan konsep berpuasa yang baik dan benar dalam keluarga kecil saya.
Masa-masa kecil saya dalam menjalankan puasa banyak dinamika, dari mulai terasa berat, dan pengorbanan itu harus di ganjar dengan menu buka puasa yang melimpah ruah, sampai konsep "sebaiknya tidur siang daripada berbuat dosa selama puasa".
Seiring dengan pendewasaan dalam hidup, banyak pertentangan dalam benak saya mengenai hal tersebut.
Puasa adalah menahan hawa nafsu....namun, apa arti semua itu? apakah masyarakat kita sadar bahwa nafsu ada berbagai macam.
Selama ini dalam masyarakat kita, budaya untuk berbuka dan sahur dengan makanan yang melimpah ruah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kemudian ketika beraktifitas di kantor, jam siang dipakai untuk tidur siang. Benarkah demikian?
Puasa bukanlah pengorbanan, puasa adalah sebuah pelajaran untuk umat supaya menahan hawa nafsu dalam berbagai hal. Kesederhanaan menjadi salah satu konsep yang menyertainya.
Bagaimana menerapkannya?
Contoh adalah makan sahur dan buka, sebaiknya makan tidak perlu mewah, tetapi secukupnya saja. Selama 10 hari berpuasa, saya tidak biasakan membeli gorengan yang melimpah untuk keluarga. Sebagai ganti ta'jil, saya buatkan kue kering atau kurma atau buah2 potong ditemani segelas teh manis panas. Makan utama tetap seperti biasa, tidak ada yang berubah, sayur dan lauk pauk tidak ada yang istimewa (saya kurangi daging, dikombinasikan dengan berbagai protein hewani dan nabati sesuai dengan panduan gizi yang benar)
Apa yang ada di atas meja makan adalah cukup untuk seluruh anggota keluarga, tidak melimpah ruah seperti sebelumnya.
Dalam bekerja, saya disiplinkan diri saya dengan tidak tidur siang selama bekerja. Puasa tidak menjadikan kita lemah sebagai muslim, seperti yang dilihat oleh non muslim bahwa di bulan puasa produktifitas muslim menurun tajam. Saya hanya tidak ingin menjadi salah satu penyumbang gagasan yang muncul akibat penurunan produktifitas saya. Orang muslim harus kuat, apapun kondisinya.
Disini saya ingin mengurangi budaya malas yang tahun2 sebelumnya menggerogoti saya.
Selain itu menjaga ucapan, tidak bergunjing dan selalu berpikiran positif selama puasa.
Tanamkan dalam diri kita bahwa puasa tidak boleh menjadikan kita lemah....puasa bukan pengorbanan. Puasa adalah cara paling ampuh untuk mengetes kemampuan kita dalam menahan diri.
Friday, July 19, 2013
Wednesday, July 17, 2013
Baked chicken ala me
Resep ini sebenarnya campuran dari beberapa ide ketika menonton acara memasak di afc. Hampir semua acara di afc semua suka, dan resep ini adalah ide dari percampuran 2 acara yaitu secret meat business dan nigella bite.
Cara membuatnya sederhana, namun hasilnya memuaskan.
Ingredients :
1. Paha ayam atas dan bawah di potong jadi 2, total ada 2 paha bawah dan 2 paha atas.
2. 6 siung bawang putih
3. 1/2 siung bawang bombai ukuran besar
4. 3 buah Kentang
5. 1 buah paprika hijau (yang merah juga ok)
6. Garam dan Lada
7. Oregano
Cara membuat :
1. Lumuri ayam dengan garam dan lada, kemudian goreng dengan minyak sedikit (kira2 2 sendok makan saja) sehingga ayam bagian luar kecoklatan dan lebih renyah.
2. Potong bawang bombai ukuran kotak, tumis dengan minyak bekas menggoreng ayam, masukkan bawang putih (bawang putih tidak perlu diiris, biarkan apa adanya yang penting dikupas). Tumis sampai harum.
3. Kupas kentang potong kotak besar, bersihkan paprika, potong kotak.
4. Siapkan pinggan tahan panas, masukkan semua bahan yang sudah diolah tadi. Paling bawah adalah sayuran kemudian diikuti dengan ayam. Tambahkan oregano bubuk, garam dan merica secukupnya.
5. Panggang dalam oven bersuhu 200degC selama 50-60 menit.
Note : penambahan oregano ini membuat aroma seperti masakan italia...seperti yang saya katakan sebelumnya resep ini hasil ide dari beberapa acara. Tetapi hasil akhirnya, so yummm.....rasa manis yang ada di masakan sepertinya keluar dari paprika yg terpanggang. Now I know, why chef loves to cook roasted paprika and make it as dipping.
Cara membuatnya sederhana, namun hasilnya memuaskan.
Ingredients :
1. Paha ayam atas dan bawah di potong jadi 2, total ada 2 paha bawah dan 2 paha atas.
2. 6 siung bawang putih
3. 1/2 siung bawang bombai ukuran besar
4. 3 buah Kentang
5. 1 buah paprika hijau (yang merah juga ok)
6. Garam dan Lada
7. Oregano
Cara membuat :
1. Lumuri ayam dengan garam dan lada, kemudian goreng dengan minyak sedikit (kira2 2 sendok makan saja) sehingga ayam bagian luar kecoklatan dan lebih renyah.
2. Potong bawang bombai ukuran kotak, tumis dengan minyak bekas menggoreng ayam, masukkan bawang putih (bawang putih tidak perlu diiris, biarkan apa adanya yang penting dikupas). Tumis sampai harum.
3. Kupas kentang potong kotak besar, bersihkan paprika, potong kotak.
4. Siapkan pinggan tahan panas, masukkan semua bahan yang sudah diolah tadi. Paling bawah adalah sayuran kemudian diikuti dengan ayam. Tambahkan oregano bubuk, garam dan merica secukupnya.
5. Panggang dalam oven bersuhu 200degC selama 50-60 menit.
Note : penambahan oregano ini membuat aroma seperti masakan italia...seperti yang saya katakan sebelumnya resep ini hasil ide dari beberapa acara. Tetapi hasil akhirnya, so yummm.....rasa manis yang ada di masakan sepertinya keluar dari paprika yg terpanggang. Now I know, why chef loves to cook roasted paprika and make it as dipping.
Tuesday, July 16, 2013
Despicable Me 2 (minion is not that funny anymore)
Beberapa hari lalu saya paksa suami buat nonton Despicable Me 2 (DM2), meskipun film ini bukan genre favourite suami. Tapi tak apalah, biarkan beliaunya tidur di bioskop dan saya ketawa ngakak bareng2 penonton yang lain :p.
Anyway, awalnya ekspektasi saya tentang DM2 ini paling tidak selucu dan seorisinil yang pertama, dengan guyonan yang cerdas dan minion-minion lucunya.
Film diawali dengan cerita gru yang sudah pensiun jadi penjahat dan membuka pabrik selai (atau permen ya? lupa..), dari sini kelihatan gru sebagai mantan penjahat, kehilangan selera humornya sebagai penjahat ceroboh, berubah menjadi bapak rumah tangga untuk ke tiga anak angkatnya, passion dia berubah 180 derajat yang pada akhirnya menurut saya jadi membosankan.
Pada DM1, hubungan antara gru dan ketiga calon anaknya yang kuat menjadikan bobot cerita jauh lebih bagus dari DM2. Menurut saya, di DM2 ini, karakter tiap2 pemain kurang di tunjukkan lebih dalam, akhirnya yang terjadi (again menurut saya) DM2 tidak lebih sebagai hiburan film kartun biasa yang bisa ditebak endingnya, meskipun yg pertama bisa ditebak, namun selain kocak, alurnya lebih serius.
Bagaimana dengan minion? harapan saya ketika melihat cuplikan trailer minion dan lagu banana nya menjadi hambar ketika kelucuan2 minion yang ditampilkan hanya itu2 saja, tidak ada perkembangan, kecewa? tentu saja.
Bagaimana dengan agnes? nah....ini karakter yang lumayan menghibur selain partner gru yang kikuk, yang pada akhirnya jadi istrinya.
Bagi saya sepanjang film ini yang membuat menarik hanya terletak pada :
1. Karakter agnes
2. Karakter detektif partnernya gru.
Sisanya..? pada akhirnya saya hanya mengikuti film ini sampai akhir tanpa kesan mendalam seperti ketika saya melihat film pertamanya.
Dan...suami saya sukses tertidur dari awal film sampai akhir...haha.
Anyway, awalnya ekspektasi saya tentang DM2 ini paling tidak selucu dan seorisinil yang pertama, dengan guyonan yang cerdas dan minion-minion lucunya.
Film diawali dengan cerita gru yang sudah pensiun jadi penjahat dan membuka pabrik selai (atau permen ya? lupa..), dari sini kelihatan gru sebagai mantan penjahat, kehilangan selera humornya sebagai penjahat ceroboh, berubah menjadi bapak rumah tangga untuk ke tiga anak angkatnya, passion dia berubah 180 derajat yang pada akhirnya menurut saya jadi membosankan.
Pada DM1, hubungan antara gru dan ketiga calon anaknya yang kuat menjadikan bobot cerita jauh lebih bagus dari DM2. Menurut saya, di DM2 ini, karakter tiap2 pemain kurang di tunjukkan lebih dalam, akhirnya yang terjadi (again menurut saya) DM2 tidak lebih sebagai hiburan film kartun biasa yang bisa ditebak endingnya, meskipun yg pertama bisa ditebak, namun selain kocak, alurnya lebih serius.
Bagaimana dengan minion? harapan saya ketika melihat cuplikan trailer minion dan lagu banana nya menjadi hambar ketika kelucuan2 minion yang ditampilkan hanya itu2 saja, tidak ada perkembangan, kecewa? tentu saja.
Bagaimana dengan agnes? nah....ini karakter yang lumayan menghibur selain partner gru yang kikuk, yang pada akhirnya jadi istrinya.
Bagi saya sepanjang film ini yang membuat menarik hanya terletak pada :
1. Karakter agnes
2. Karakter detektif partnernya gru.
Sisanya..? pada akhirnya saya hanya mengikuti film ini sampai akhir tanpa kesan mendalam seperti ketika saya melihat film pertamanya.
Dan...suami saya sukses tertidur dari awal film sampai akhir...haha.
Subscribe to:
Posts (Atom)
