Thursday, February 7, 2013

Bahagia Itu tidak dicari, tetapi di ciptakan.

Seringkali, saya harus flash back ke masa lalu agar supaya lebih bersyukur dengan kondisi sekarang.
Ada kalanya melihat sekeliling membuat saya kurang bersyukur bahwa apa yang saya kerjakana saat ini sudah sesuai porsi. Saya tidak bisa mengeluh materi seperti gaji kurang dan sebagainya...karena menurut saya jikalau ingin gaji besar ya sebaiknya buka usaha aja sendiri, this is not my company. Cuma mungkin saya sedikit banyak agak kurang nyaman jikalau ada teman yang membahas gaji yang kuranglah dll. Padahal saya rasa porsi kerjaan dia sudah sesuai lah sama pekerjaan dan terutama responsibilitynya.
Lagipula, seberapapun gaji tidak akan pernah puas karena kita manusia.

Berapa banyak uang sih yang kita butuhkan sebenarnya? 10 juta? 20 juta?
Saya melihat....seorang petani, dengan penghasilan kecil (bayangkan jikalau panen setiap 3 bulan sekali dengan hasil panen 2-3 jt)....tetapi mereka bahagia. Hidup sederhana, sang istri memasak dirumah, suami bekerja di sawah....sungguh kehidupan harmoni.
Tetapi di kota...gaji 20 juta pun kebanyakan tidak bisa menabung. Sedangkan si petani ini dengen penghasilan 2-3 jt per 3 bulan saja bisa sukses menyekolahkan ke 9 anaknya!

Suami saya pernah mengatakan bahwa kebahagiaan itu tidak di cari tetapi diciptakan.
Jikalau dulu ketika kuliah dengan uang 500ribu saja bisa hidup dan bahagia, kenapa sekarang tidak?
Apakah nafsu duniawi sudah merasuki kita sampai sejauh ini.
Yang jelas saat ini, saya hanya bisa mengatakan bahwa....sayalah yang mengkontrol uang, bukan uang yang mengkontrol saya.

No comments:

Post a Comment