Monday, July 9, 2018

Starting My Military Diet - Day 1

Gue punya riwayat sakit PCOS, ga banyak orang tau. Kelainan insulin yang membuat gw ga bisa mens teratur. Dulu ketika bb masih 50kg an, haid gw malah hyper, sebulan bisa 2 kali. Ketika bb naik drastis jadi 65kg waktu nikah, lanjut ke 80kg 1.5 tahun kemudian dan 97kg di tahun 2015, haid gw memang jadi super berantakan dan sampe sekarang gw belum bisa hamil.
Tahun 2016 gw sempet turun jadi 80kg, jaman udah ga kerja di slb lagi. Tapi masih tetep gagal buat hamil bahkan gagal ivf 2 kali.
Naaah sekarang gw naik lagi nih jadi 88kg (hahaha yoyo banget!). Kemarin gw ama temen nge challenge bareng buat turun bb pakai diet militer. Rencana memang cuman 3 hari aja seminggu, kamis-minggu gw low carbs aja dengan porsi yang lebih banyak. Hari minggu makan nasi sebagai hadiah haha....

Oke hari pertama gw nih, karena ga teliti liat menu day 1, akhirnya gw skip day 2.
Pagi :
1 telur rebus
1 roti gandum panggang
1/2 pisang
Pas jam 10-11 gw sempet kena magh...tapi di minumin air putih 600 ml sedikit-sedikit.

Siang :
1 cup greek yogurt
1 telur rebus
5 saltine cracker

Oke bagaimana dengan nanti malam?
Let's see ya.
Initial weight gw 88.7kg pagi ini.

Tuesday, April 14, 2015

Kuliner Cirebon (Nasi Jamblang)

Hmm...ini kali ke sekian kami berdua mengunjungi cirebon, namun biasanya hanya lewat ketika mudik dan dari dulu tidak pernah sempat mencoba nasi jamblang sampai suatu hari saya ditugaskan (eks) kantor untuk meeting di cirebon. Namun saat itu benar2 nasi jamblang yang saya beli kurang memuaskan dan cenderung biasa saja, sedikit mahal malah.
Akhirnya ketika kami otw balik ke jakarta dan sekarang saatnya benar2 harus mampir cirebon dan mencoba nasi jamblang, saya googling dan nasi jamblang Ibu Nur sepertinya terkenal.

Terletak di jalan cangkring II, sebenarnya mudah kok mencarinya (ada di belakang grage mall sepertinya) jikalau kurang yakin pakai google map saja jauh lebih mudah.
Kebetulan pas sampai cirebon pas jam makan siang, namun kami sedang beruntung karena pas agak sepi. Telat lima menit saja pasti sudah kena antrian yang hmmm...lumayan.

Oke saya coba beberapa menu dengan 3 bungkus nasi jamblang (kurleb satu piring nasi), paru goreng, sate usus, beberapa kuah yang sengaja saya masukkan namun lupa daaan kesukaan saya pare (disini agak istimewa ya, parenya di isi dengan kedelai dibumbuin, sepertinya kok tauco, dan enaaak). Sedangkan suami saya memesan 4 lauk sekaligus, cumi masak tinta, sate kerang, otak goreng, udang bumbu pedas.
Semua masakannya enak banget, bumbunya berasa...dan total kami hanya mengeluarkan 57ribu saja berdua (kami minum teh tawar hangat yang sepertinya gratis)

Tempat duduknya seperti di warung2 tegal, dengan bangku pendeknya, jadi terkadang kita makan sembari mengangkat piring, namun itu mungkin yang membuat nikmat.

Ini keramaian lima menit setelah saya datang, antriannya mengular seperti antri sembako, haha...sungguh kami beruntung.
Mungkin minusnya di parkiran yang super sempit untuk ukuran rumah makan se crowded ini.
Overall, kami akan kembali setiap kali lewat cirebon.


Wednesday, March 11, 2015

Goodbye Slb

Akhirnya setelah 8 tahun bekerja di slb, now i am...let say ... "jobless" alias pengangguran.

Ini adalah perjalanan yang harus saya tempuh untuk menuju goal yang lebih besar lagi yaitu baby program.

Pada awalnya tahun lalu saya mengajukan resign dikarenakan begitu padatnya kegiatan dan rasa capek berkendara di jakarta membuat kami berpikir bahwa salah satu hal yang menghambat saya belum punya anak adalah stress. Hingga akhirnya awal tahun ini oil price turun drastis yang menyebabkan pemecatan karyawan di bidang ini.
Hingga akhirnya manager menawarkan paket terminate daripada resign yang pesangonnya tidak seberapa.

Setelah cuti dan berpikir masak2 akhirnya saya memutuskan menerima nya.
Pada awalnya saya pikir biasa saja, namun ketika menghadapi nya langsung ada rasa sedih karena ingat awal2 perjuangan saya sebelum lulus mengikuti tes ini.
But at the end "cest la vie". I have to move on since my priority is different now.
Delapan tahun bukan waktu yang singkat, namun semua pengalaman saya tersebut membentuk saya yang sekarang ini.
At the end, thanks a lot slb for the oportunity and all the experiences. I am not saying goodbye.
Let's say, see you again! perhaps my life will cross with you again, who knows?



Thursday, February 5, 2015

Pindang Daging

Sepertinya saya belum pernah share resep pindang daging khas Ponorogo.
Masakan super gampang, tapi memang butuh waktu terutama mengempukkan daging dengan presto sekitar 30 menit.


Bahan2 haluskan :
1. Bawang Merah 5 siung
2. Bawang Putih 3 siung
3. Kemiri 2 biji
4. Ketumbar 1 sdt
5. Keluwek sekitar 6 biji ambil dagingnya
6. Garam dan Gula secukupnya (sesuai selera)

Bahan2 lain :
1. 1 kg daging sandung lamur, potong2 dan rebus/presto sampai empuk
2. Santan (saya pakai kara) sekitar 1 buah yg kecil
3. Lengkuas dan Daun salam secukupnya

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam sampai harum.
2. Tambahkan air masukkan daging
3. Tambahkan garam gula sesuai selera (saya suka agak manis)
4. Terakhir kecilkan api dan masukkan santan (kurang lebih 10-15 menit)



Tuesday, December 9, 2014

You

I remember, the first time you enter my life.
It was by accident, I didnt have plan to open my chat ID at all.
While I was waiting for something, I open ebuddy and join japanese chat room.
I didnt expect to see something nor speak with someone, your message just pop open and asking "are you Indonesian?"
I never imagine that, you were my soulmate to be. For 5 minute we chat and i just knew few information about you, that you were in the same university as I am.

We love each other after sometimes.
Starting our relationship through emails as friends, strengthen each other in many ways.
You were like my drugs, I was addicted to you, I guess even now, I still feel the same way for you.
I never know that we started falling for each other spirits and then falling in love at the end.
If I never knew you, I didnt know who I will be.

I have loved you so many times, so many ways.
Your scent, your eyes drove me back to you when I got lost.
I dreamt having a bright future with you, grow old with you, watching our children living their world.
Your smile always be the light of my life.

If I never see your face again, my light will die slowly.
You must know this is I am.
This love overflows like a river, I am drowning in it.
But drowning inside your ectasy is my fate, my life, my happiness.

Please dont leave me.
Forever.

Monday, December 8, 2014

I love you


I love you.
Like the air that I breath, that's you in every way.
My sanctuary is you
My happiness is in your smile
My strength is in your eyes
My soul belongs to you

I will run the desert sand
I will harrow heaven and hell
I will fight all in this world just for you.

Dont you know amore?
My light will die if you weren't there anymore
I will never be the same person as I am now
I will face this world with bitterness, and bleed this tears of sorrow.
There will happiness no more

Dont you know amore?
No matter what will happen in the future
There are only happiness with you or lifeless without you
This is my fate since your eyes sparkled for me
This is my life decided for me.








Thursday, October 30, 2014

Susi Pudjiastuti

Saya miris jujur sangat miris dan prihatin....

Gejolak dalam hati saya terasa menyakitkan ketika membaca banyak orang menghujat seorang Susi Pudjiastuti, hanya karena beliau lulusan SMP, bertato, mengecat rambutnya, merokok di depan umum dianggap tidak kompeten menjadi seorang menteri.

Pikiran saya mengingat percakapan dengan kakak ipar saya yg lulusan SD namun bisa menjadi pengusaha besar di bidang pemotongan ayam.
Pada saat itu, kakak saya ini menjelaskan tentang seluk beluk berbisnis kepada suami yg sedang belajar, cara penjelasannya sungguh matang meskipun tidak dengan menggunakan bahasa ekonomi yang dikenal di kalangan akademisi.
Sungguh saya sangat takjub, bagaimana kakak bisa menunjukkan ini itu dengan bahasa "orang awam" tapi jadi bisa dimengerti kami yang bukan berlatar belakang ekonomi.
Namun pada saat itu kakak bilang begini, "kalau saya kan belajarnya puluhan tahun baru bisa mencapai seperti sekarang ini, kalian2 yang sudah mengenyam pendidikan tinggi seharusnya bisa speed up the process. Sungguh saya menyadari keterbatasan pendidikan, namun saya memiliki pegawai dengan pendidikan tinggi untuk membantu saya menerjemahkan dengan dunia modern."
Beliau inilah yang menginspirasi saya bahwa seorang berpendidikan tinggi pada akhirnya akan dihadapkan pada dunia nyata dan disanalah kita akan di tantang untuk mengaplikasikan apa yang sudah di dapat, dan bagaikan seorang peneliti akan ada trial and error sehingga kita bisa menyempurnakan apa yg sudah di dapat.
Pendidikan itupun sebenarnya di bentuk dari pemikiran2 orang yang sudah berkecimpung dulu di dunia tersebut dalam waktu lama, jadi sebenarnya dari trial and error, kita saja yang lebih enak karena pendidikan sudah tersusun rapi seperti sekarang ini.

Lalu kenapa Susi Pudjiastuti?
Bahkan ada yang mengatakan, "come on dari 250jt rakyat Indonesia masa ga ada yg lebih kompeten dari Susi?"
So what is your problem with Susi?
Is it because her style? Or her education?
Jikalau karena edukasi, baca artikel saya di atas, orang berpendidikan itu kalah dengan orang berpengalaman. Orang berpendidikan tapi tdk bisa membawa kemaslahatan umat dan malah membawa keburukan lebih memalukan daripada orang tdk berpendidikan tinggi namun belajar dari pengalaman sebagai bagian edukasinya dan menjadikannnya kemaslahatan bagi umat. This is not something you read, but something you acchieved.

Jika memang karena style dia, so what?
Is it not like she is nude in front of people, she is still eastern people, it is just her style is different.
Kalau anda bilang dia kan muslim bla bla bla, hal ini akan merusak aqidah.
Coba anda runtut ke belakang, Sri Mulyani, tidak berjilbab tapi anda diam saja karena dia lebih "pantas" secara style bagi anda untuk di tunjukkan di panggung hiburan politik kita, untungnya Sri Mulyani adalah orang yg kompeten di bidangnya.
Kemudian Ratu Atut, beliau berjilbab, santun, tapi tidakkah kalian lihat, alisnya di tato, melakukan operasi wajah! oh oh sebentar, bukankah dalam islam hal itu dilarang?? tapi anda diam saja bukan? karena secara penampilan lebih pantas di tunjukkan di sinetron politik kita.
Merokok? beliau ini sebenarnya tidak merokok di depan umum, tapi di pinggir, tapi kamera menangkapnya dan mewawancarainya sehingga terbentuk opini se akan akan dia tdk memiliki etika, jadi contohnya nanti ketika dia menggelar rapat dengan bawahannya bisa merokok di ruangan, oh come on, she is not that stupid!
Dan kenapa menurut anda merokok hanya pantas untuk laki2? merokok itu tidak pantas untuk kesehatan, bukan style! Dan jikalau anda takut keluarga kita mengikuti, jangan salahkan ibu susi dong, di mall2, di jln2, sinetron2 yang anda tonton secara tdk langsung sudah mengajarkan itu, jangan pernah menyalahkan orang lain karena kegagalan anda.

Tulisan saya ini tidak sedang membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, dan juga saya bukan seorang feminist! (ask my husband about this and he will tell you who I am)
Bahkan saya tidak sedang memporak porandakan aqidah. Please saya ini orang muslim, yang bisa saya lakukan untuk ibu susi adalah mendoakan beliau, semoga kebiasaan merokok itu dihilangkan supaya beliau sehat, dan semoga ada waktu ketika beliau pada akhirnya memakai jilbab dan menghapus tatonya, karena biasanya orang2 seperti ini akan lebih kaffah menjalankan ibadahnya ketika tersadar, daripada saya yang lulusan madrasah masih labil dalam beragama karena tdk ada proses pencarian yg ada di cekokin a-z ttg baik dan buruk.

Pada akhirnya saya ingin mengatakan dalam hati saya yang paling dalam :
"dont be too melodramatic with this situation and dont be hypocrite"
Just let her work, let's work!


Jakarta
In front of my desk